So Lorenzo

Sebenarnya postingan kali ini tidak terlibat secara emosional dengan si Jorge Lorenzo, mantan juara dunia Moto GP yang saat ini sedang dirundung cedera. Bejo sendiri secara alamiah lebih menyukai seorang pembalap muda yang kini telah pensiun, namun tetap patut untuk dicermati prestasinya.

Lorenzo yang cedera terakhirnya konon sempat merusak plat yang telah tertanam sebelumnya di dalam tubuh. Namun tampaknya masih akan tetap bertanding di sirkuit berikutnya meski dokter telah melarangnya untuk berbuat hal tersebut. Bagi sebagian orang, mungkin hal tersebut adalah sesuatu yang luar biasa, tetapi bagi sebagian lainnya hal tersebut adalah sesuatu yang cari binasa.

Plat yang tertanam di tubuh dipastikan akan menghasilkan sakit yang luar biasa bagi mereka yang termasuk dalam kategori biasa. Sebab sebuah kesuksesan dalam melawan rasa sakit tersebut akan menjadikan kita golongan luar biasa tanpa harus menjalani ritual bertapa dan empat puluh hari non-stop berpuasa.

Bejo miris sembari terasa efek psikologis seakan plat bergerigi yang tertanam ditubuhnya kembali mengiris. Memang rasa sakit harus dilawan, bukan disimpan ataupun dikeluhkan. Karena Yang Maha Pemberi Berkah sangat tahu di mana letak batas nisbi hambaNya untuk bertahan dari segala ujian. Dan juga Yang Maha Raja pasti memberikan segudang berkah di balik kejadian yang bagi sebagian orang dianggap musibah.

Bejo terharu menahan pilu, bahwa dirinya akhir-akhir ini merasa berkurang rasa syukur, meski rejeki telah mengucur. Bejo tersipu menahan malu, bukankah dirinya telah diberi tumpukan karunia yang tak terkira hingga saat ini bisa mampu berdiri tegak dan kembali berkarya.

Dan bagi para kolega yang saat ini sedang menerima musibah, maka yakinlah bahwa disitu pasti tersembunyi berkah. Karena Yang Maha Bijaksana selalu memberi lebih dari yang kita minta, dan selalu menempatkan kita lebih tinggi dari pernah kita impi. Namun kita harus tetap selalu merasa So Lorenzo, So Bejo dengan apa yang telah menimpa. Bersyukur jika kita bisa pulas tertidur, dan bergembira saat kita mampu bangun dalam keadaan sehat dan masih bernyawa.

Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *