Scholes Goal & King Henry : Back for more ?

Apa yang terbersit saat Paul Scholes kembali lagi dari masa pensiunnya ? Dirinya yang telah menyatakan berhenti dari dunia persepakbolaan profesional setahun silam, kemudian kembali dan langsung menasbihkan dirinya menjadi salah satu deretan starter yang masih tak bisa diremehkan di jagat premiership. Bahkan satu golnya pekan lalu telah berhasil menjadi pemicu kemenangan besar bagi timnya dan menyalakan semangat para rekan mudanya.

Apa pula yang terbersit dari Thierry Henry yang telah dijuluki The King saat kembali bermain bagi mantan klub yang pernah membesarkan namanya dan telah ia tinggalkan belasan tahun ? Dirinya yang telah menyatakan takkan kembali ke daratan Inggris Raya, kemudian kembali dan langsung mencatatkan dirinya di papan nama pencetak skor. Bahkan golnya adalah sebuah penyelamat bagi timnya untuk lolos ke babak berikutya.

Dua pesepakbola yang telah tergolong uzur di dalam dunia mereka, namun masih mampu menunjukkan kapabilitas dan kualitas yang setara dengan para pemain yang jauh lebih muda. Terlepas dari alasan finansial atau motivasi apapun yang mereka buat saat kembali berkompetisi, dan berapa lama mereka akan bermain kembali untuk masing-masing klubnya. Hanya ada satu hal yang mungkin jauh lebih penting dari semua itu, yakni bagaimana mereka masih bisa mempertahankan kekuatan fisik dan kemampuan hebat mereka di usia seperti itu dan bahkan masih mampu bersinar terang di antara kilauan para bintang muda lainnya.

Sebuah pertanyaan klasik yang mungkin mudah untuk menjawabnya tapi sulit untuk dilakukan bagi kebanyakan orang. Apa yang bisa dilakukan orang dengan semangat dan motivasi tinggi memang sangat sulit untuk dinalar hasilnya. Karena motivasi dan semangat yang datang dari diri sendiri akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan di luar dugaan, bahkan bagi mereka sendiri yang menjalankannya.

Dan pertanyaan berikutnya, jika Scholes dan Henry masih mampu melakukannya, apakah kita juga mampu melakukan hal yang sama dengan mereka jika berada dalam kondisi yang sama ? Ataukah kita akan menyerah pada saat kita sudah dipandang tak mampu lagi dan hanya akan pasrah pada situasi  yang hanya akan jadi basi jika memang tak mau mengusahakan yang terbaik bagi diri sendiri ? Ataukah kita harus memasang tulisan besar di dalam sanubari “Back for more”, sambil mengingat semangat yang terpatri dari dua pemain gaek tersebut untuk tetap bisa berkompetisi dan berprestasi ? Dan seharusnya hanya ada satu jawaban untuk semua itu, “Kita pasti bisa …..”

Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *