Samidin dan Jesse Porter – Case VI : You can run but you can’t hide

Alkisah Samidin dan Jesse menerima tawaran pekerjaan salah seorang mantan kolega Jesse. Sang mantan kolega yang tertipu dalam jumlah sangat besar oleh seseorang yang bernama Billy Ladder. Si Ladder yang begitu licin bagai belut di tong oli, telah kabur ke sebuah negara kecil yang tak terlihat di peta dunia, sebut saja negara Maurikoala.

Parahnya, di negara Maurikoala tersebut, si buronan yang super jenius dalam bidang tipu-menipu itu malah bersahabat erat dengan sang raja di negara kecil yang jumlah penduduknya tak sampai melebihi jumlah penduduk di kota metropolis kedua di Indonesia. Bahkan seakan-akan, si Ladder malah menguasai sang raja untuk menggunakan kekuasaannya agar melindungi dirinya dari kejaran para penegak hukum.

Samidin dan Jesse akhirnya harus memutar akal mereka demi menangkap si Ladder yang telah super kondang sebagai penipu ulung. Hingga mereka mendapatkan ide untuk menjebak Ladder di negara Maurikoala serta mengembalikan uang yang telah dibawa oleh Ladder ke pemilik aslinya. Samidin lalu menyamar sebagai seseorang yang seakan-akan dapat membantu Ladder menjadi raja baru di Maurikoala dengan pengaruh kekuasaan uang.

Dasar si Ladder yang gila harta sekaligus gila tahta, langsung menyetujui ide Samidin tanpa berpikir panjang lagi. Di sisi lain, Jesse Porter berusaha melaporkan rencana gila Ladder yang akan melakukan kudeta kepada raja Treekang, si penguasa sah dari negeri Maurikoala. Billy Ladder yang terpesona dengan rencana tipuan Samidin, mulai melancarkan aksinya dengan menyebar isu bahwa raja Treekang tidak layak menjadi pemimpin, dan sebaliknya dia yang nantinya mampu memakmurkan negeri tersebut dengan kekuatan uang yang dia miliki.

Sayangnya, Billy Ladder, sang kampiun penipu, kini dalam keadaan tertipu. Segala rencana yang disusun Samidin bagi dirinya untuk menjadi raja, malah menguras harta hasil tipuannya untuk ditransfer balik ke para korban sebelumnya. Sedangkan Jesse Porter yang telah menyiapkan jebakan dengan kooperasi bersama raja Treekang, telah menyiapkan sel penjara yang tak mungkin nyaman ditempati.

Singkat kata singkat cerita, Billy Ladder akhirnya terjebak pada saat kudeta tipuan itu dilaksanakan. Dirinya pun langsung masuk penjara tanpa ada pengadilan terlebih dulu, karena di negeri Maurikoala, kudeta terhadap raja adalah pelanggaran nomor satu yang akan langsung dijebloskan ke sel pengap tanpa ada proses hukum. Sedangkan seluruh biaya yang telah dikeluarkan si Ladder untuk melaksanakan kudeta sesungguhnya telah dikembalikan kepada para korban-korban tipuannya di masa lalu, termasuk mantan kolega Jesse Porter.

Benarlah benar yang paling benar, bahwa pada saat kita menipu orang lain ataupun berusaha memfitnah orang lain, mungkin saja bisa lolos dengan cara melarikan diri. Namun demikian, Yang Maha Adil tidaklah akan membiarkan sang penipu bersembunyi dari kesalahan yang telah ia perbuat. Entah kesalahan tersebut harus dibayar di dunia fana, ataupun di dunia sesudah mati yang kekal abadi, semuanya adalah sama. Bahwa kita semua adalah hamba-Nya yang seharusnya tahu bahwa tiada satupun kejahatan kita di dunia yang akan luput dari penglihatan Sang Maha Kasih.

Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *