Giggsy, Legenda Sayap Kiri

Saat ditanya siapa winger tua paling melegenda saat ini di dunia sepakbola ? Tak pelak lagi, Ryan Giggs adalah jawabannya. Bukan hanya karena usianya yang telah mendekati kepala empat, namun juga karena apa yang ia lakukan di lapangan sangatlah mengagumkan.
Tak perlu lagi menyebutkan prestasi apa saja yang ia raih di masa lalu, sebab akan terlalu panjang untuk ditorehkan pada selembar kertas. Tak perlu pula mengamati apa yang ia lakukan saat di lapangan, karena akan terlalu sulit untuk digambarkan kinerja gemilang yang ia tunjukkan.

Di posisi idealnya dengan menyisir lapangan dari sisi kiri, hampir semua defender lawan akan kesulitan untuk menghentikan dirinya membuat umpan silang yang sangat terukur. Atau bahkan ia akan berusaha menusuk sendiri ke area penalti dan mencoba memasukkan bola ke gawang dengan tendangan mautnya.

Giggsy yang masih jadi legenda hidup, seorang pekerja keras di lapangan yang menakjubkan. Tidak egois hanya demi mendapatkan pujian dengan berusaha menyarangkan bola ke gawang lawan sendirian, namun lebih mementingkan kemenangan tim di atas segalanya. Sebuah sikap yang seharusnya patut ditiru, diteladani dan dicermati.

Bejo terdiam, saat disekitarnya masih berkeliaran orang-orang yang masih mementingkan dirinya sendiri. Berusaha agar selalu dipuji meski apa yang dilakukannya hanyalah bermalas-malasan dan tak mau berkorban demi kepentingan tim, namun mereka selalu menuntut untuk dianggap penting dan hanya berusaha menyalahkan kapten lapangan saat timnya dikalahkan lawan.
Giggsy yang bahkan enggan menjadi kapten karena lebih ingin berkonsentrasi agar timnya lebih baik performanya, tak pernah ingin menjadi headline di surat kabar. Namun demikian, tak satupun media yang meragukan kapasitas sang winger gaek itu dan tak kan pernah ragu untuk memuji dan menjadikan dirinya sebagai tajuk utama berita.

Bejo masih terdiam, bukankah itu yang seharusnya terjadi ? Saat seorang yang berprestasi tak perlu lagi memasang wajah dengan senyum manis hanya demi diberi perhatian. Karena orang-orang seperti Giggsy tetaplah menjadi fokus utama bukan karena sifat penjilatnya, bukan karena perilaku bohongnya ataupun sensasi gila, namun karena prestasinya. Dan orang-orang yang bekerja keras demi tim seperti Giggsy pasti akan tetap mendapat perhatian lebih dari sang pelatih dan manajer, bahkan yang sekeras sir Fergie sekalipun, bukan karena sikap manjanya , namun karena merekalah orang-orang yang terpercaya dan layak diberi piala tanpa harus jadi juara.

Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *